BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan ekspor impor di suatu negara atau daerah merupakan salah satu hal yang lumrah dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Terkhusus untuk Kalteng sendiri juga melakukan kegiatan tersebut, salah satunya yakni mengekspor beberapa hasil bumi maupun perkebunannya ke beberapa negara.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan selama april 2021 lalu seluruh komoditas ekspor Kalteng merupakan komoditas barang non migas.
"Selama April 2021 nilai ekspor Kalteng mengalami kenaikan sebesar 12,42 persen atau mencapai US$ 245,71 juta jika dibandingkan pada bulan Maret 2021 yang hanya senilai US$ 218,56 juta," ucapnya, Senin, 7 Juni 2021.
Dia menjelaskan peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil pertanian dan hasil industri masing-masing senilai US$ 2,85 juta atau 1.357,14 persen dan US$ 52,74 juta atau 80,08 persen. Sedangkan untuk hasil tambang mengalami penurunan senilai US$ 28,44 juta atau 18,65 persen.
--page
Kemudian dari sisi nilai ekspor non migas untuk periode Januari – April 2021 yakni mencapai US$ 913,45 juta atau naik sebesar 28,38 persen jika dibanding periode yang sama pada 2020. (DONNY D/B-6)









