SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana menekankan agar pemerintah kabupaten bersama dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan sosialisasi untuk kewaspadaan warga yang tinggal dibantaran Sungai Cempaga pasca penyerangan buaya kepada warga setempat.

“Kita harus antisipasi dan cegah supaya tidak ada korban selanjutnya," kaya Syahbana, Kamis, 10 Juni 2021.

Di sini kata Syahbana perlu peran pemerintah kabupaten dalam hal itu apakah pemerintah kecamatan ataupun pemerintah desa lebih proaktif memberikan sosialisasi kepada warga untuk mewaspadai aktivitas di Sungai Cempaga tersebut.

Politikus Partai Nasdem ini menegaskan fenomenal muncul dan menyerangnya Buaya di Cempaga ini sejatinya merupakan hal baru. 

Padahal sudah berpuluh-puluh tahun warga di daerah aliran sungai ini  tidak pernah diserang. Namun semenjak beberapa tahun terakhir  Buaya yang memang menghuni Sungai Cempaga itu terus mengganas.

--page

“Nah kenapa bisa belakangan ini mengganas seperti itu, apakah karena habitatnya sudah tidak ada atau rantai makanannya sudah punah. Sehingga menyerang manusia, ini perlu di sampaikan kepada warga masyarakat," tegasnya.

Menurut Syahbana apabila diduga kehilangan habitat maka sangat mungkin saja terjadi ataupun kehilangan siklus rantai makanannya. Karena dalam kurun 10 tahun terakhir ini ekspansi dari perusahaan perkebunan di daerah itu kian massif. 

Hutan rawa baik di belakang perkampungan dan diseberang sungai kini terus dibabat dan disulap menjadi areal perkebunan kelapa sawit. (NACO/B-6)