PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I-2021 kembali mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 3,12% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,10% (yoy). Itu berdasarkan rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng. 

Secara sektoral (dari sisi penawaran), tekanan ekonomi triwulan I tahun 2021 utamanya bersumber dari melambatnya kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan dan penggalian, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib serta LU Konstruksi.

Sedangkan dari sisi permintaan, hampir seluruh komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan negative, kecuali komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang masih tumbuh positif sebesar 0,81% (yoy) pada triwulan I-2021.

Merespon perkembangan tersebut, Bank Indonesia tetap berkeyakinan bahwa di tengah pemulihan ekonomi nasional yang saat ini masih berlangsung dan perbaikan ekonomi global yang terus berlanjut, nantinya akan berangsur baik.

Ekonomi Kalimantan Tengah ke depan pun menurut Rihando diprakirakan membaik, dengan tetap menerapkan necessary condition.

--page

"Yaitu vaksinasi dan protokol kesehatan yang disiplin serta bersinergi dalam menjalankan lima strategi respons kebijakan yang menjadi sufficient condition," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando pada Kamis, 10 Juni 2021. (TESTI PRISCILLA/B-7)