BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit langsung menindaklanjuti sejumlah laporan adanya dugaan kemunculan beruang di salah satu kebun nanas milik warga. Salah satunya, di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di Jalan Setaji, Sampit, Kotawaringin Timur.
Di lokasi tersebut, petugas BKSDA memasang perangkap dan umpan. Hasilnya, membuat petugas geleng-geleng kepala. Pasalnya, buah nanas yang dijadikan umpan habis dimakan, namun beruang yang diincar tak masuk dalam perangkap.
”Umpan habis. Di duga kuat, beruang sempat memakan umpan,” jelas Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis, 24 Juni 2021.
Mendapati ini, petugas pun kembali memasang umpan. Seraya berharap beruang yang meresahkan warga tersebut dapat diamankan.
Selain di Jalan Setaji, BKSDA juga menerima laporan dugaan kemunculan beruang di kebun warga di Jalan Samekto Barat, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Selain itu, ada juga laporan dugaan perusakan kebun nanas warga, di Jalan Pramuka, tepatnya di Jalan Madiun Ngawi, Kelurahan Sawahan , Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
--page
”Mendapat laporan warga kami langsung observasi, baru kemudian kami pasang perangkap. Yang jelas kami selalu ingatkan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pemahaman terkait hewan yang berbahaya namun dilindungi undang-undang ini,” pungkas Muriansyah. (MAGANG 2/B-11)









