BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan ekspor Kalteng pada bulan Mei 2021 lalu menunjukan nilai positif yaitu mengalami peningkatan sebesar 15,76 persen.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyampaikan peningkatan ekspor Kalteng sebesar 15,76 persen tersebut meningkat US$ 284,43 jika dibanding bulan April yang hanya senilai US$ 245,71 juta.
"Seluruh komoditas ekspor Kalteng pada bulan Mei 2021 merupakan komoditas barang non migas," jelasnya, Senin, 5 Juli 2021.
Diungkapkannya juga, untuk total volume ekspor Kalteng di bulan Mei 2021 tercatat mengalami peningkatan sebesar 29,87 persen atau 467,49 ribu ton apabila dibandingkan total volume ekspor di bualan April.
Ekspor pada sektor tambang mempunyai kontribusi yang paling besar terhadap total ekspor Kalteng yaitu mencapai 68,29 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 69,98 juta atau 56,57 persen.
--page
Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas batubara, lignit, bijih seng, dan bijih timbal. Kemudian di sisi lain, ekspor komoditas bijih zirconium dan pasir zirconium silikat mengalami penurunan.
Selanjutnya, pada bulan Mei 2021, ekspor hasil industri yaitu senilai US$ 90,17 juta. Apabila dibanding dengan bulan sebelumnya, ekspor ini mengalami penurunan senilai US$ 28,43 juta atau 23,97 persen.
Untuk komoditas ekspor yang mengalami penurunan diantaranya yaitu emas, minyak kelapa sawit, TNSR 20 atau karet alam, bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit, titanium oksida, mebel, serta pakaian.
Di sisi lain, ekspor Palm fatty acid distillate atau hasil samping dari pemurnian CPO, kayu, dan sarung tangan dari serat sintetik mengalami peningkatan, dan ekspor komoditas hasil industri berkontribusi 31,70 persen terhadap total ekspor Kalteng.
Kemudian, nilai ekspor sektor pertanian di bulan Mei 2021 mengalami penurunan sebesar US$ 3,03 juta atau 99,02 persen jika bandingkan April 2021.
--page
Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit, getah alam lainnya, dan ikan hias. Akan tetapi untuk ekspor komoditas tanaman hidup lainnya mengalami peningkatan, namun kontribusi ekspor komoditas hasil pertanian ini relatif kecil, yakni tercatat hanya 0,01 persen terhadap total ekspor Kalteng. (DONNY/B-5)









