SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali memasang umpan di perangkap yang dipasang di Jalan Lingkar Utara Sampit, Senin 5 Juli 2021. Petugas menilai beruang yang menjadi target perangkap ini lebih cerdik. Pasalnya beruang kembali lepas dari perangkap sementara pintu perangkap tertutup.

"Saat di lokasi, kondisi pintu perangkap tertutup, sementara umpan busuk," ungkap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Selasa 6 Juli 2021. 

Pergerakan beruang sangat cepat. Bahkan, kembali ada laporan, beruang merusak kebun nanas milik warga di Jalan Pramuka, Gang Madiun Ngawi. 

Pihaknya pun tak bosan, memberi penjelasan kepada masyarakat sekitar, agar tak mendekati beruang. Apalagi berani menangkap atau melukai beruang tersebut. 

Selain itu petugas kembali memasang umpan buah nanas di perangkap besi itu. Namun kali ini berbeda, petugas juga memasang madu sebagai perangkap. 

--page

Ironisnya, kebiasaan buruk warga di sekitar kawasan ini masih terjadi, yakni membuang sampah sembarangan. Hal ini dinilai turut andil mengundang beruang mendekati permukiman warga. 

"Kami kembali menemukan tumpukan sampah yang dibuang warga sembarangan di pinggir jalan," katanya. 

Kemunculan beruang di Jalan Lingkar Kota Utara Sampit belakangan ini memang sering terjadi. Warga sekitar pun merasa resah. Petugas BKSDA telah berupaya menangkapnya, namun beruang yang menjadi target evakuasi tak kunjung masuk perangkap. (USAY NOR RAHMAD/B-6)