SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Pos Jaga Sampit, kembali mendapatkan laporan kemunculan satwa liar.

Kali ini, seekor orang utan merusak kebun sawit dan kebun jagung warga di Desa Manjalin, Kecamatan Parenggean. 

"Ada laporan keberadaan orang utan di wilayah Kecamatan Parenggean, dilaporkan dua hari lalu," ungkap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis 8 Juli 2021. 

Orang utan tersebut, berdasarkan laporan warga, berukuran besar. Hingga Rabu 7 Juli 2021, orang utan tersebut masih ada. Warga yang melaporkan terus mengawasi pergerakan primata besar itu. 

"Orang utan merusak kebun sawit dan memakan umbut sawit serta kebun jagung milik warga. Kami terus berkoordinasi dengan pelapor," ujar Muriansyah. 

--page

Petugas BKSDA saat ini sedang bersiap unyuk melakukan rescue atau penyelamatan terjadap orang utan tersebut. 

"Rencananya setelah tim rescue tiba di Sampit, dan kami akan meluncur ke Parenggean. 

Beberapa bulan terakhir, BKSDA kerap menerima banyak laporan kemunculan satwa dilindungi. Warga pun mulai khawatir jika satwa liar itu menyerang manusia. (USAY NOR RAHMAD/B-5)