SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ternyata, sebelum tewas terbunuh, Darmanto (55) sempat melakukan perkelahian dengan pelaku Andreas Meno Alona alias Andri (30). Hingga akhirnya korban kalah dan tewas akibat tebasan dan tusukan pisau pelaku. 

"Sempat berkelahi antara pelaku dengan korban, namun korban tewas akibat 3 kali tusukan dan tebasan oleh pelaku," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Wakapolres Kompol Abdul Aziz Septiadi saat ekspos kasus tersebut, Senin 12 Juli 2021. 

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, saat itu korban mengambil sebilah parang. Namun saat mencoba menyerang pelaku dirinya dapat menghindar. Hingga akhirnya parang tersebut terlepas dari pegangan korban. 

Saat itulah pelaku menyerang balik dengan pisau yang dibawanya dari rumah. Hingga membuat korban mengalami luka di bagian kepal, dada, dan juga perut sebelah kiri. Hingga membuatnya tewas di lokasi kejadian. 

Setelah mengetahui korban tewas, pelaku langsung kaburk karena khawatir masyarakat berdatangan dan menangkapnya. 

--page

"Pelaku saat itu sempat melepas jaketnya, dan kabur ke hutan. Hingga dapat kami tangkap setelah 5 jam kemudian," terangnya. 

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan mendalam guna mengetahui apakah aksi itu direncanakan atau tidak. Namun sementara waktu, kasus tersebut masuk dalam penganiayaan yang menyebabkan tewas. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)