BORNEONEWS, Sampit - Titik panas diduga kebakaran lahan mulai terdeteksi di Kotawaringin Timur. Titik panas terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang sebanyak 1 titik.
"Hot spot (titik panas) itu sebagai indikasi atas terjadinya kebakaran di titik koordinat tersebut," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara H Asan Sampit, Musuhanaya, Selasa, 13 Juli 2021.
Secara umum di Kalimantan Tengah terdapat 2 titik. Selain di Kotim, ada 1 titik yakni di Kabupaten Katingan. Tepatnya di Kecamatan Sanaman Mantikei.
Ditinjau dari analisa parameter cuaca BMKG, potensi terjadinya kemudahan kebakaran di Kalteng secara keseluruhan masih aman. Namun tidak adanya pertumbuhan awan hujan dalam beberapa waktu ini, khususnya di Kotim, rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Citra satelit infra merah enhanced pukul 07.00 WIB menunjukan tidak adanya awan hujan di seluruh Kotim," jelasnya.
Seperti diketahui dalam kurun beberapa waktu ini masih merupakan masa rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah Kalteng. Hal ini tak hanya disebabkan faktor alam, namun ada pula faktor kesengajaan.
--page
Ada saja oknum yang memanfaatkan minimnya curah hujan untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi ini membuat rawan terjadi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti yang pernah terjadi tahun-tahun sebelumnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









