BORNEONEWS, Sampit - Warga Jalan Lingkar Kota Utara Sampit, Kotawaringin Timur, yang kerap diteror beruang mengaku, terpaksa membuang sampah sembarangan karena di sekitar kawasan itu tak ada tempat pembuang sementara maupun depo sampah.
"Capek juga harus bolak-balik buang sampah ke TPS karena jauh," kata Joko, salah seorang warga Jalan Lingkar Kota Utara, Kamis, 15 Juli 2021.
Warga berharap, pemerintah melalui dinas terkait segera menyediakan tempat pembuangan sampah. Terutama di sekitar kawasan Jalan Lingkar Kota Utara.
"Tinggal kesadaran masyarakat dan penyediaan tempat pembuang sampah terdekat oleh dinas terkait saja lagi ini," ujar Gofur, warga lainnya.
Banyaknya sampah yang dibuang secara liar ini mengundang satwa liar seperti beruang. Beruang yang lapar tertarik dengan aroma sampah hingga tidak segan menampakan diri meskipun mendekati permukiman warga.
--page
"Petugas sudah memberi pengarahan bagi warga yang tinggal di lokasi kemunculan beruang, agar membersihkan sampah di sekitar rumah. Jangan membuang sampah sembarangan," kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Pos Jaga Sampit, Muriansyah.
Sementara itu, petugas BKSDA berupaya mengamankan beruang-beruang tersebut dengan memasang perangkap. Tapi, satwa dilindungi ini terlalu cerdik. Sehingga, petugas belum berhasil menangkapnya.
Seperti diketahui, beruang mendekati permukiman warga terjadi di Perumahan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. Warga memergoki seekor beruang besar sedang memakan sampah di belakang rumah.
Kemunculan beruang mendekati permukiman warga ini tidak hanya kali ini terjadi. Di sejumlah lokasi, beruang kerap muncul seperti di Jalan Lingkar Kota Utara dan Jalan Samekto. Beruang kerap muncul dan merusak kebun warga. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









