SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) terus memantau keberadaan beruang di Jalan Lingkar Kota Utara Sampit dan sejumlah wilayah lainnya. Meski sudah sekitar sebulan ini perangkap yang dipasang belum berhasil menangkap beruang. 

"Sudah satu bulan ini, tapi kami terus berusaha," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 18 Juli 2021. 

BKSDA memasang satu perangkap di Gang Setiaji, Jalan Lingkar Kota Utara. Perangkap di lokasi ini belum dipindahkan karena potensi kemunculan beruang dinilai sangat tinggi. 

Sementara di kawasan lain, seperti di Perumahan Wengga Metropolitan, berdasarkan pengakuan warga sudah jarang terjadi. 

Hal ini dilakukan BKSDA lantaran keterbatasan alat yang dimiliki. Demikian halnya dengan jumlah personel yang ada saat ini sangat terbatas. 

--page

"Makanya kami prioritaskan yang urgen dulu. Tapi kami tetap pantau lokasi lainnya," ujar Muriansyah. 

Petugas pun aktif memeriksa perangkap beruang yang dipasang. Setiap empat hari sekali, umpan berupa buah-buahan diganti. Ini agar beruang tertarik masuk perangkap, sehingga dapat dilakukan evakuasi. 

Seperti diketahui laporan kemunculan beruang sering terjadi di Sampit. Adapun lokasi kemunculan beruang di antaranya; Gang Setiaji, Lingkar Kota Utara, Gang Family perumahan Wengga Metropolitan, dan Jalan Samekto Barat Sampit. 

Beruang di kawasan-kawasan itu sering muncul, membuat resah warga. Sehingga warga pun ketakutan saat beraktivitas di luar rumah. 

"Warga tetap waspada, yang jelas hindari faktor yang menyebabkan beruang mendekat permukiman. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang terlanjur ada, silakan dibersihkan. Ini agar tidak menjadi pemicu beruang mendatangi permukiman," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)