BORNEONEWS, Sampit - Meski tingkat kemunculan beruang di Kompleks Wengga Metropolitan tampak lebih masif dibanding di Jalan Lingkar Kota, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum berencana memindahkan perangkap beruang.
"Kalau di kompleks perumahan itu ramai, justru di Jalan Lingkar Kota yang lebih berpotensi masuk perangkap," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Jumat, 23 Juli 2021.
Menurut Muriansyah, pergerakan beruang di kompleks perumahan Wengga Metropolitan lebih dinamis. Pasalnya beruang di kawasan ini berkeliaran sendiri. Sementara di Jalan Lingkar Kota berkelompok.
"Di perumahan itu sendiri ukurannya agak kecil, sementara di lingkar kota ada dua selalu bersama yang tertangkap kamera pengintai warga dan ukurannya besar," katanya.
Sementara itu di lokasi sekitar pemasangan perangkap di Jalan Lingkar Kota Utara, Gang Setiaji, warga sekitar mengaku melihat kemunculan beruang baru-baru ini.
"Baru kemarin malam, paginya saya sudah temukan pohon nanas dalam kondisi rusak buahnya dimakan," kata warga.
--page
Beruang sepertinya menyadari keberadaan perangkap hingga tak kunjung tertangkap. Sementara itu petugas rutin memantau kondisi perangkap dengan mengganti umpan berupa buah-buahan dan madu. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









