SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Kebakaran lahan terjadi lagi di Sampit, Kotawaringin Timur, Sabtu, 24 Juli 2021. Kali ini kebakaran lahan terjadi di Jalan Pelita Barat. Pemadaman api terbilang berat karena lokasi kebakaran sulit dijangkau menggunakan alat pemadam kebakaran. 

"Kami terpaksa memadamkan api dengan menggunakan ranting. Apalagi sumber air jauh dari sumber api," jelas Marjuki, salah seorang petugas yang memadamkan. 

Cuaca yang terik dan hembusan angin yang cukup kencang membuat api makin membesar. Sehingga cepat pula menghabiskan semak tersebut, menjauh dari jalan utama. Api hampir membakar sebuah bangunan pondok tak berpenghuni. 

"Kami berinisiatif membuat selang sepanjang 250 meter yang dibentang dari mobil tangki milik BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Namun, belum bisa juga menjangkau luasan lahan yang terbakar," ujarnya.

Belum diketahui penyebab dan asal mula munculnya api. Petugas yang datang ke lokasi hanya fokus melakukan pemadaman, agar kebakaran lahan tidak semakin meluas. 

--page

Sejak 30 Juni 2021 Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperpanjang status siaga darurat karhutla selama 120 hari, hingga 27 Oktober 2021 mendatang. 

Hal tersebut diperjuangkan agar kebakaran lahan dan hutan yang berpotensi menimbulkan kabut asap tidak kembali terjadi. Warga pun diimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. (USAY NOR RAHMAD/B-5)