SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Titik panas  diduga kebakaran lahan kembali terdeteksi di Kotawaringin Timur. Titik panas terdeteksi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Mentaya Hulu. 

"Ada indikasi terjadinya kebakaran di titik koordinat tersebut, yakni di Mentawa Baru Ketapang dan Mentaya Hulu" jelas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara H Asan Sampit, Musuhanaya, Minggu 25 Juli 2021. 

Secara umum di Kalimantan Tengah terdapat 4 titik panas. Selain di Kotim, ada 2 titik yakni di Kabupaten Katingan. Tepatnya di Kecamatan Pulau Malam, dan Kabupaten Seruyan, di Kecamatan Seruyan Tengah

Ditinjau dari analisa parameter cuaca BMKG, potensi terjadinya kemudahan kebakaran di Kalteng secara keseluruhan dikategorikan sangat mudah terbakar.

Berdasarkan prakiraan curah hujan  pertumbuhan awan hujan dalam beberapa waktu ini menunjukan tidak ada potensi hujan. Sehingga khusus wilayah Kotim, rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

--page

"Citra satelit infra merah enhanced pukul 07.00 menunjukan tidak adanya awan hujan di seluruh Kotim," jelasnya. 

Seperti diketahui dalam beberapa waktu ini masih merupakan masa rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Kalteng.

Hal ini tak hanya disebabkan faktor alam, namun ada pula faktor kesengajaan. Ada saja oknum yang memanfaatkan minimnya curah hujan untuk membuka lahan dengan cara dibakar.

Kondisi ini membuat rawan terjadi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti tahun sebelumnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)