BORNEONEWS, Sampit - Minimnya personel dan sarana prasarana menjadi kendala tersendiri bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit dalam mengatasi gangguan satwa liar.
Seperti dalam mengatasi kasus kemunculan beruang di permukiman warga yang terjadi akhir-akhir ini, BKSDA Pos Jaga Sampit pun mengusulkan perangkap tambahan.
"Saat ini kami punya satu perangkap dan itu masih tetap dipasang di tempat lain. Makanya kami meminjam perangkap dari Palangka Raya," jelas Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Minggu, 25 Juli 2021.
Menurut Muriansyah, usulan tersebut telah disetujui. Pihaknya pun saat ini masih menunggu kedatangan perangkap beruang.
Perangkap beruang tersebut nantinya akan dipasang di sekitar Kompleks Perumahan Wengga Metropolitan. Di lokasi itu kemunculan beruang sangat masif. Bahkan sejumlah warga mengaku melihat kemunculan beruang sangat sering.
--page
Menurut Muriansyah, pergerakan beruang di Kompleks perumahan Wengga Metropolitan, lebih dinamis. Pasalnya beruang di kawasan ini berkeliaran sendiri. Sementara di Jalan Lingkar Kota berkelompok.
Petugas saat ini memasang perangkap di Jalan Lingkar Kota Utara, Gang Setiaji. Keberadaan perangkap itu diawasi warga sekitar. Petugas juga rutin memantau dan mengganti umpan buah yang busuk dengan yang baru. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









