SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Petugas Posko Lapangan (Poslap) Pengawasan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendatangi warga yang membuat arang di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin. Kegiatan ini dinilai rawan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. 

"Kami tidak memberikan sanksi. Hanya menyosialisasikan agar dijaga, supaya tidak merembet ke lahan yang lain," kata petugas poslap pengawasan karhutla setempat, Indra, Minggu, 25 Juli 2021.

Lahan yang dijadikan tempat membuat arang tergolong lahan kering. Sehingga sangat mudah terbakar. Hal inilah yang menjadi perhatian petugas. 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Yephi Hartadi mengatakan hal senada. Hanya saja dikhawatirkan api menjalar dan meluas ke lahan di sekitar pembuatan bata.

"Memang bukan pembakaran lahan, namun hal tersebut tetap berisiko dan dapat menyebabkan Karhutla," ungkap Yephi.

BPBD Kotim pun melakukan tindakan pencegahan karhutla melalui sosialisasi. Sehingga kegiatan membuat arang itu tidak meluas jadi kebakaran lahan.

Untuk diketahui, sejak tanggal 30 Juni 2021 lalu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperpanjang status siaga darurat karhutla selama 120 hari hingga 27 Oktober 2021. 

--page

Hal tersebut diperjuangkan agar kebakaran lahan dan hutan yang berpotensi menimbulkan kabut asap tidak kembali terjadi. Warga pun diimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. (USAY NOR RAHMAD/B-11)