SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ica, salah seorang penghuni barak di Jalan Wengga Agung Jalur 12, hanya bisa menangis. Dia kehilangan telepon pintarnya ketika berupaya menyelamatkan barang-barang ketika terjadi kebakaran. 

"Handphone saya hilang. Tadi saat kebakaran sempat saya lepas langsung hilang," ujarnya, saat ditanya borneonews.co.id.

Dia pun telah mencoba menelepon nomor yang ada pada telepon pintarnya itu, namun sudah tidak bisa dihubungi lagi. Tampaknya sang pencuri langsung mematikan ketika mengambil benda berharga milik ibu rumah tangga ini. 

"Saya sudah coba telepon tapi sudah enggak bisa. Dihubungi lewat email tapi saya lupa email dan kata sandinya," terangnya. 

Dia pun pasrah, karena saat kejadian kebakaran banyak orang di tempat itu. Dia berharap maling yang mengambil telepon pintarnya bermurah hati mengembalikan kepadanya. 

--page

Kesedihan Ica ini menjadi perhatian semua yang menyaksikan kebakaran itu. Warga yang melihat hanya bisa terdiam iba atas kehilangan yang dirasakan Ica. 

Ica, merupakan salah atau penghuni barak yang panik saat terjadi kebakaran di salah satu ruangan mes yang ditempati oleh pekerja bangunan. Kejadian kebakaran itu menghabiskan dua kamar barang di loteng yang dijadikan mes sejumlah pekerja bangunan. (USAY NOR RAHMAD/B-5)