PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Binaan Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIA Palangka Raya kini terbiasa menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

Memakai masker, membiasakan cuci tangan sudah menjadi makanan sehari-hari. Ya, itu tidak lepas dari upaya pihak Rutan yang selalu mengingatkan pentingnya menerapkan prokes demi menghindari virus tersebut.

Lebih jauh dari itu, beberapa waktu lalu, warga binaan juga sempat terpapar Covid-19. Tinggal di tempat terbatas membuat virus cepat menyebar. Bahkan, angkanya sempat mencapai 100 orang.

Namun, rutinitas dalam menerapkan protokol kesehatan dan hal lainnya yang disarankan petugas membuat mereka kini sembuh dari bahayanya virus tersebut. Meski demikian, mereka selalu menanamkan disiplin prokes sebagaimana anjuran pemerintah dalam mencegah virus itu.

“WBP (warga binaan pemasyarakatan) dulu sempat 100 orang (yang terkonfirmasi Covid-19). Sedangkan petugasnya ada 15,” kata Perawat Rutan, Ramansyah kepada borneonews.co.id melalui WhatsApp, Minggu malam, 25 Juli 2021.

--page

“Alhamdulillah, mereka sekarang lebih disiplin dari pada yang dulu sebelum pandemi. Apalagi mereka pernah terpapar,” tambahnya.

Kunci Sembuh

Ramansyah-pun menceritakan ketika dirinya berjuang merawat WBP termasuk pegawai hingga mereka sembuh. Dari ceritanya, ia menegaskan protokol kesehatan adalah kuncinya.

“Kemudian yang paling utama, kerja sama antara petugas dengan WBP dalam menanggulangi pandemi serta dukungan dari pemerintah, RSUD dr Doris Sylvanus dan RS Kota Palangka Raya,” ungkapnya.

Hal lainnya yang dilakukan Ramansyah adalah meminta WBP dan pegawai yang terpapar untuk mengonsumsi vitamin. “Setiap pagi, juga kita arahkan supaya berjemur. Untuk masker sudah pasti,” bebernya.

Ramansyah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selalu memberikan support, saran, masukan hingga akhirnya mereka sembuh. Termasuk kini menjadi terbiasa dalam menerapkan prokes.

--page

“Untuk sekarang, hanya ada 2 pegawai yang masih terkonfirmasi. Mereka isolasi mandiri,” ujarnya.

Ramansyah melanjutkan, jam besuk secara langsung di musim pandemi masih belum diberlakukan. Meski demikian, warga binaan masih bisa berkomunikasi dengan baik melalui virtual yang disediakan pihaknya.

“Untuk besukan, sementara kita tiadakan sampai ada instruksi dari pusat. Pengantaran makanan ke dalam (ruang tahanan), memakai sistem diantar oleh petugas,” demikian Ramansyah menyampaikan sembari berdoa semua diberikan kesehatan dan terhindari dari Covid-19.

Sementara itu, berdasarkan data Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng), ada penambahan sembuh Covid-19 yakni 354 pada Sabtu, 24 Juli 2021. Dengan penambahan itu, kini sembuh Covid-19 di Kalteng tercatat 27.740 orang.

Jumlah 354 orang yang baru sembuh itu tersebar di berbagai daerah di Kalteng. Di antaranya, Palangka Raya 76 orang, Katingan 11 orang, Kotawaringin  Timur 53 orang, Kotawaringin  Barat 51 orang, Lamandau 35 orang, Sukamara 7 orang.

--page

Kemudian, Seruyan 11 orang, Pulang Pisau 5 orang, Kapuas 17 orang, Gunung Mas 34 orang, Barito  Selatan 6 orang, Barito Timur 1 orang, Barito Utara 3 orang dan Murung Raya 44 orang. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran melalui Kepala Bidang Kehumasan, Agus Siswadi dalam rilisnya mengingatkan untuk tetap disiplin dalam meneraplkan protokol kesehatan.

Sebab, dari catatan tim satgas, masih ada penambahan jumlah terkonfirmasi yang baru. Di sisi lain, vaksinasi juga menjadi bagian penting untuk dilakukan sebagai upaya menghentikan penularan Covid-19. Bahkan, sampai saat ini, program vaksinasi masih tgerus berjalan. (BUDI YULIANTO/B-7)