SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Titik panas atau hotspot di Kotawaringin Timur tidak ditemukan alias nihil, Rabu, 27 Juli 2021, namun Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Katingan, terdeteksi bermunculan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, mengatakan titik panas tersebut terindikasi sebagai kebakaran hutan atau lahan. 

"Kotim nihil, Seruyan ada 2 titik dan Katingan 2 titik," kata Musuhanaya. Titik panas di Kabupaten Seruyan, terdeteksi 2 titik di Kecamatan Seruyan Hulu. Sedangkan di Kabupaten Katingan terdeteksi 2 titik panas di Kecamatan Bukit Raya. 

Kendati nihil titik panas, Kabupaten Kotawaringin Timur, harus waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Sebab, kondisi lahan kering karena minimnya curah hujan. 

"Ini peringatan agar masyarakat berhati-hati melakukan aktivitas  yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan," katanya. 

--page

BMKG memastikan saat ini Kotawaringin Timur masih mengalami musim hujan. Meski, kondisi cuaca lebih terik dan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Adapun tingkat kemudahan kebakaran ini terjadi lantaran  sepanjang hari tidak terjadi hujan di Kotawaringin Timur, sehingga membuat status wilayah itu sangat mudah terbakar. (USAY NOR RAHMAD/B-6)