BORNEONEWS, Sampit - Titik panas yang diduga merupakan kebakaran lahan kembali terpantau di Kotawaringin Timur. Terdeteksi ada 3 titik panas, semuanya berada di Kecamatan Parenggean.
"Akumulasi titik panas dari pukul 00.00 hingga 23.00 hari kemarin ada 3 titik panas," jelas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Jumat 30 Juli 2021.
Titik panas terpantau berada di Kecamatan Parenggean. Selain di Kotawaringin Timur juga terpantau di Kabupaten Seruyan yakni di Kecamatan Danau Sembuluh sebanyak 1 titik panas, dan di Kabupaten Katingan di Kecamatan Katingan Tengah.
Masyarakat Kotawaringin Timur diimbau waspada akan kebakaran hutan dan lahan. Sebab curah hujan terbilang minim, sehingga permukaan daratan di kabupaten itu secara umum mengalami kekeringan.
"Berdasarkan weather research forcasting 24 jam hari ini sampai besok pagi tidak ada hujan," katanya.
--page
Kebakaran lahan beberapa waktu belakangan ini makin marak. Tak hanya di luar kota, kebakaran lahan juga terjadi di dalam kota meski masih berskala kecil. Namun jika ini terus berlangsung bisa mengakibatkan kabut asap.
Hal tersebut tak hanya disebabkan faktor alam, namun ada pula faktor kesengajaan. Ada saja oknum yang memanfaatkan minimnya curah hujan untuk membuka lahan dengan cara dibakar.
Kondisi ini membuat rawan terjadi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti tahun sebelumnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









