BORNEONEWS, Sampit - Darmah alis Darma mengungkapkan sering cek cok dengan istrinya, Susiani karena masalah ekonomi. Hal itu berujung dengan pembunuhan terhadap istrinya sendiri.
"3 bulan terakhir kami sering cek cok," ucap tersangka saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur berdasarkan data terhimpun, Selasa, 3 Agustus 2021.
Tersangka mengaku khilaf, karena penganiayaan yang dilakukannya itu spontan saat terjadi cek cok dan pemukulan di lokasi kejadian.
Usai menghabisi nyawa istrinya, tersangka sempat kembali ke kediamannya di perumahan karyawan. Bahkan saat istrinya tidak pulang, tersangka sempat berpura-pura ikut mencari.
Saat ditemukan dan diberitahu kalau korban meninggal, tersangka sempat pura- pura sedih. Tersangka juga ikut mengantar jenazah korban untuk diotopsi.
Hingga akhirnya saat kasus itu ditangani pihak kepolisian, tersangka mengakui perbuatannya itu kalau korban tewas setelah dibunuhnya.
Tersangka melakukan perbuatannya pada Jumat, 4 Juni 2021 sekitar pukul 11.30 WIB di areal perkebunan kelapa sawit blok B14 PT MAP, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
--page
Kobrna dihabisi dengan cara dibacok dengan menggunakan sebuah pisau mengenai kepala kanan dan kirinya beberapa kali. (NACO/B-11)









