BORNOENEWS, Palangka Raya - Dari data rilis BPS kalteng kontribusi layanan transportasi perdagangan ekspor dieluruh pelabuhan di Kalteng pada Juni 2021 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya dari 21,88 persen menjadi 25,42 persen.
Total transaksi ekspor melalui pelabuhan di Kalteng mencapai US$ 55,18 juta dengan rincian melalui pelabuhan Kumai sebesar US$ 49,75 juta, Pangkalan Bun US$ 2,86 juta, Sampit US$ 1,49 juta, dan Pulang Pisau US$ 1,08 juta.
"Sedangkan layanan ekspor melalui pelabuhan provinsi lain senilai US$ 161,88 juta atau 74,58 persen. Sebagian besar melalui pelabuhan Banjarmasin senilai US$ 86,97 juta, Satui US$ 46,37 juta, dan Bandara Soekarno Hatta US$11,83 juta," ungkap Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Rabu, 4 Agustus 2021.
Dia mengatakan apabila dibandingkan dengan Juni 2020, kontribusi layanan ekspor di Kalteng pada Juni 2021 mengalami penurunan dari 29,96 persen menjadi 25,42 persen.
Nilai ekspor melalui pelabuhan Kumai dan Pulang Pisau masing-masing mengalami peningkatan senilai US$ 20,71 juta atau 71,32 persen dan US$ 0,25 juta atau 30,12 persen. Sedangkan nilai ekspor melalui pelabuhan Sampit dan Pangkalan Bun mengalami penurunan masing-masing US$ 2,83 juta atau 65,51 persen dan US$ 2,53 juta atau 46,34 persen.
--page
Sementara itu layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami peningkatan senilai US$ 69,34 juta atau 74,93 persen, terutama melalui pelabuhan Banjarmasin meningkat senilai US$ 32,69 juta atau 60,22 persen, diikuti Satui, Tanjung Perak, dan Tanjung Priok masing-masing naik sebesar US$ 37,13 juta atau 401,84 persen, US$ 0,70 juta atau 6,67 persen, dan US$ 0,01 juta atau 0,18 persen. Sementara ekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta turun senilai US$ 1,19 juta atau 9,14 persen.
Secara kumulatif kontribusi layanan ekspor di Kalteng menurun dari 26,74 persen dari di bulan Januari–Juni 2020 menjadi 24,66 persen apada Januari–Juni 2021.
Selanjutnya nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalteng yaitu senilai US$ 348,97 juta, terutama dilayani melalui pelabuhan Kumai US$ 295,93 juta dan Sampit US$ 25,28 juta.
Sedangkan layanan ekspor melalui provinsi lain senilai US$ 1.065,97 juta, terutama melalui Pelabuhan Banjarmasin US$ 671,07 juta, Pelabuhan Satui US$ 179,74 juta, serta Bandara Soekarno-Hatta US$ 116,95 juta. (DONNY D/B-6)









