BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau mendesak, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menangkap buaya yang berkeliaran di perairan sekitar kota. Mereka khawatir buaya menyerang anak-anak yang sering berenang.
"Kalau anak yang besar masih bisa diberi tahu, tapi kalau yang kecil-kecil sulit. Mereka kalau orang tuanya lengah," kata Kahfiannur, salah satu ketua RT, di Kelurahan Mentaya Seberang, Sabtu, 7 Agustus 2021.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, sejak kemunculan buaya warga merasa was-was saat beraktivitas di sungai.
"Kami takut juga, apalagi anak-anak sering mandi ke sungai. Belum lagi yang ikut transportasi sungai saat, pulang kerja dari Sampit. Untungnya sejauh ini belum ada kejadian, " kata Khairiah, warga Kelurahan Mentaya Seberang lainnya.
Sementara ini warga sekitar berupaya untuk mengurangi aktivitas di sungai sesuai anjuran pemerintah dan pihak terkait. Namun, hal itu dirasa sulit mengingat aktivitas harian yang berhubungan dengan sungai, seperti mandi, mencuci dan lain-lainnya.
--page
Beberapa warga pun ada yang berinisiatif meminta jasa pemasangan PDAM agar tidak perlu ke sungai untuk aktivitas mandi dan mencuci.
"Kami sudah berusaha tapi yang paling sulit menahan anak-anak untuk tidak berenang di sungai. Kami harap pihak terkait segera menangani, kan mereka ahlinya jadi kalau bisa buaya itu segera ditangkap," tutur Khairiah.
Seperti diketahui kemunculan buaya muara semakin sering di perairan sekitar kota. Beberapa hari sebelumnya buaya muncul berseberangan lokasi Kompleks Ikon Jelawat, berselang hari kembali muncul sebelah Hilir lokasi kemunculan pertama. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









