PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS Palangka Raya - Angkasa Pura II menyampaikan terjadi penurunan frekuensi penerbangan yang cukup signifikan hampir 70 persen di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya.

Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, Siswanto mengatakan frekuensi penerbangan agak menurun sejak diberlakukannya PPKM menurun.

"Dampaknya memang siginifikan seperti  garuda yang sehari dua kali terbang sekarang hanya terbang seminggu tiga kali. Jika difrekuensikan secara umum Kita berjalan hanya 25 sampai 30 persen dari kondisi normal," katanya. Minggu 8 Agustus 2021

Siswanto menerangkan ada beberapa maskapai penerbangan yang tidak aktif seperti penerbangan batik air yang ke Jogja dan Surabaya untuk  sementara tidak beroperasi.

Menurutnya, persyaratan bagi  pelaku perjalanan transportasi udara yang diterapkan di Bandara Tjilik Riwut pada masa PPKM  mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat dimana keluar  dan masuk  penumpang harus diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR.

--page

Ditambahkannya pihak Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan  kebijakan PPKM terutama pengguna transportasi udara.

"Kita juga tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pemberlakuan PPKM dan ketentuan-ketentuan yang ada menyesuaikan dengan perkembangan, kondisi, dan kebutuhan di lapangan. Setiap perubahan juga akan terus kami komunikasikan dengan berbagai pihak terkait termasuk maskapai penerbangan," jelasnya. (APRIANDO/B-7)