PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Kathutla) di Kalteng memang tidak bisa dipungkiri setiap tahunnya pasti akan terjadi.

Akan tetapi, dengan antisifasi dini hal itu bisa diminimalisir dengan baik. Oleh karenanya Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo berharap tahun ini semua pihak dapat mewujudkan Kalteng bebas dari asap.

"Kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla ini, mulai dari pemerintah baik provinsi, kabupaten atau kota dan juga masyarakat," ujar Edy, Jumat, 13 Agustus 2021.

Dia menjelaskan, saat ini Kalteng tengah mengahdapi situasi pandemi Covid-19 yang penyebarannya masih begitu signifikan dan belum juga mengalami penurunan.

Namun, berbagai upaya pengendalian telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus tersebut. Tentu, hal ini jangan sampai ditambah dengan adanya bencana lain lagi.

--page

Bencana alam seperti Karhutla ketika pada musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi hal itu jangan sampai diperparah dengan membakar lahan secara sengaja.

Dalam hal ini juga, bahwasanya masyarakat harus sadar apabila membakar lahan secara sengaja maka akan mendapatkan konsekuensi sanksi hukum kurungan badan maupun denda.

"Jadi perlu bersama kita menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membakar lahan, jangan sampai ada kabut asap lagi cukup pandemi ini saja yang kita hadapi," tutupnya. (DONNY D/B-5)