SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit bakal menarik perangkap yang dipasang di lokasi kemunculan beruang di Gang Setiaji, Jalan Lingkar Kota Sampit. Perangkap ditarik lantaran sudah tidak ada laporan kemunculan beruang lagi. 

"Tapi menunggu informasi warga sekitar perangkap,"  kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 16 Agustus 2021.

Kendati demikian, pihaknya akan mengecek dulu situasi di tempat kemunculan beruang. Bila masih ada laporan kemunculan maka perangkap akan tetap ditempatkan di lokasi. 

Sudah dua pekan ini tak ada lagi laporan kemunculan beruang baik di sekitar Jalan Lingkar Kota Utara. Maupun di sekitar perumahan di Wengga Metropolitan. 

BKSDA meyakini beruang telah kembali ke hutan atau ke habitat aslinya. Ini terjadi karena hujan yang masih terjadi saat musim kemarau ini. 

--page

"Salah satu kemungkinan, walaupun musim kemarau, hujannya masih ada. Jadi, beruangnya balik masuk ke hutan di Lingkar Kota Utara," ujarnya. 

Untuk diketahui, kemunculan beruang di sekitar permukiman warga beberapa waktu lalu sering terjadi. Beruang mencari makanan di sekitar rumah dan kebun milik warga karena di habitatnya keberadaan makanan menipis.

Beberapa kali beruang sempat diabadikan warga melalui tangkapan lensa kamera. Hingga beredar ke media sosial dan membuat keresahan. 

Petugas BKSDA pun telah memasang perangkap di lokasi yang sering ada laporan kemunculan. Namun beruang tak kunjung masuk perangkap. (USAY NOR RAHMAD/B-5)