BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit meyakini beruang yang muncul di sekitar permukiman warga yakni di Jalan Lingkar Kota dan Perumahan Wengga telah kembali ke habitatnya. Sebab itu perangkap yang sebelumnya untuk menangkap beruang-beruang itu pun ditarik.
"Perangkap sudah kami ambil kembali, karena sudah tiga Minggu beruang tak muncul lagi," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa 17 Agustus 2021.
Muriansyah yakin beruang telah kembali ke hutan di Jalan Lingkar Kota Utara, habitat aslinya. Sebab hujan yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat beruang merasa ketersediaan air dan pakan di tempat asal telah tersedia kembali.
Berdasarkan laporan sejumlah warga di lokasi yang biasa terdapat kemunculan, juga tidak pernah lagi ada beruang menampakkan diri. Hal ini juga membuat BKSDA yakin bahwa beruang sudah tidak berkeliaran lagi di sekitar lokasi.
Perangkap tersebut akan diperbaiki, agar di kemudian hari bila ada gangguan satwa liar bisa dipergunakan kembali. "Akan kami tarik ke markas untuk pemeliharaan," katanya.
--page
Diketahui, kemunculan beruang di sekitar permukiman warga beberapa waktu lalu sering terjadi. Beruang mencari makanan di sekitar rumah dan kebun milik warga karena di habitatnya keberadaan makanan menipis.
Beberapa kali beruang sempat diabadikan warga melalui tangkapan lensa kamera. Hingga beredar ke media sosial dan membuat keresahan.
Petugas BKSDA telah memasang perangkap di lokasi yang sering ada laporan kemunculan, namun beruang tak kunjung masuk perangkap. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









