BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah fakta terungkap saat Balai Konservasi Sumber Daya Alam menelusuri keberadaan buaya di Sungai Sapihan, Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Hal-hal ini lah yang diyakini menjadi penyebab buaya berdatangan di wilayah tersebut.
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengungkap, buaya yang ada di Sungai tersebut diperkirakan lebih dari 1 ekor. Pengakuan dari warga, buaya yang terlihat mulai dari ukuran 1 meter hingga 4 meter.
"Buaya yang terlihat warga ada di tiga titik lokasi, mulai dari muara sungai sampai ke arah hulu sungai," ungkap Muriansyah, Senin, 23 Agustus 2021.
Fakta selanjutnya, buaya sudah sering menyerang ternak milik warga. Seperti ayam, itik, dan angsa peliharaan warga sekitar.
Pengakuan warga keberadaan buaya tersebut sudah lama, sudah tahunan berada di wilayah itu. Namun batu akhir-akhir ini yang intens terlihat dan sempat diabadikan.
--page
Dengan lebar sungai sekitar 6 meter, masih banyak ditemukan warga yg memelihara ternak di dekat sungai itu. Bahkan ada satu lokasi kandang ayam potong yang limbahnya di buang ke sungai.
"Lebih mengkhawatirkannya lagi, di Sungai Sapihan juga masih dimanfaatkan warga untuk mandi cuci kakus. Sehingga sangat rawan terjadi serangan terhadap manusia," katanya.
Pihak BKSDA pun mengimbau warga agar tetap berhati-hati, saat beraktivitas di dekat sungai. Terutama saat hati gelap, senja hingga dini hari. BKSDA juga menyarankan agar warga yang memiliki ternak untuk menjauhkan kandang dari sungai, agar tidak jadi incaran buaya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









