SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Pos Jaga Sampit menindaklanjuti laporan Johny Tangkere, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kotawaringin Timur yang kebunnya dirusak beruang. 

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan sebelumnya pihaknya sempat menarik perangkap dari Jalan Setaji, lokasi kemunculan beruang di Jalan Lingkar Kota sebelumnya karena mengira beruang tak muncul lagi di sekitar kawasan itu. 

"Ternyata kembali ada laporan, makanya langsung kami pasang kembali. Tapi kali ini geser hulu," jelasnya, Selasa 24 Agustus 2021. 

Pihaknya memasang perangkap di sekitar kebun nanas milik Johny dengan harapan agar beruang dapat ditangkap. "Kami memasang  berupa umpan telur dan  buah-buahan," katanya.

Muriansyah meyakini beruang yang berkeliaran di kebun Johny sama dengan beruang yang berada di kawasan perumahan Wengga Metropolitan. Beruang tersebut masih berusia remaja.

--page

"Di lihat dari lokasi ini, diduga kuat beruang remaja. Karena lokasi kebun yang dipagar kawat duri, kalau beruang besar tidak bisa masuk," katanya. 

Berdasarkan pengamatan BKSDA, perkiraan ada tiga beruang yang berkeliaran di sekitar Jalan Lingkar Kota Utara sampai dengan saat ini. Terdiri dari dua individu yang bergerak berkelompok dan satu individu usia remaja yang bergerak sendiri. (USAY NOR RAHMAD/B-6)