BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan beruang di dekat permukiman warga di Sampit, Kotawaringin Timur, makin meresahkan. Bahkan dalam sepekan terakhir Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mendapatkan 3 laporan keberadaan beruang.
"Cukup meresahkan. Apalagi ini satwa dilindungi. Kita tak boleh membunuhnya tapi dia bisa sewaktu-waktu menyerang kita," kata Johny Tangkere, salah seorang pemilik kebun nanas yang diganggu kemunculan beruang.
Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan, laporan kemunculan beruang terjadi di Jalan Lingkar Kota Utara, Jalan Samekto Barat, dan sekitar tempat wisata waterpark di Jalan Wengga Metropolitan.
"Saya bersama rekan dari Manggala Agni telah melakukan observasi di tiga lokasi tersebut. Kami juga memberikan pengarahan kepada warga terkait dugaan penyebab beruang mendekati permukiman," kata Muriansyah.
Selain itu, BKSDA pun kembali memasang perangkap beruang, yang sebelumnya sempat ditarik dari Gang Setaji, Jalan Lingkar Kota Utara Sampit.
--page
"Tak bosan kami mengimbau agar warga tetap waspada saat berada di sekitar lokasi-lokasi tersebut. Kami terus berupaya meminimalisasi adanya konflik dengan manusia. Salah satunya dengan mencoba menangkap beruang itu dan bila berhasil akan kami pindahkan ke Suaka Marga Satwa Lamandau atau Taman Nasional Tanjung Puting, " pungkas Muriansyah. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









