BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit intensif melakukan patroli ke lokasi adanya laporan beruang di Jalan Lingkar Kota Selatan. Hasilnya, sama seperti lokasi laporan lainnya, masih banyak ditemukan tumpukan sampah di sejumlah titik.
"Masih banyak ditemukan tumpukan sampah. Ini yang mengundang beruang datang," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa, 31 Agustus 2021.
Petugas pun tidak bosan mengingatkan warga yang ditemui agar meminimalisasi penyebab kemunculan beruang. Salah satunya dengan tidak menumpuk sampah di sembarang tempat.
"Sama seperti buaya, kita juga harus minimalisasi penyebabnya dulu. Baru berupaya menangkap. Karena percuma menangkap kalau bakal muncul beruang yang lainnya," katanya.
Patroli rutin dilakukan petugas ke sejumlah kawasan rawan kemunculan beruang. Seperti Kompleks Perumahan Wengga Metropolitan, Jalan Lingkar kota Utara, dan Jalan Lingkar Kota Selatan.
--page
Tidak hanya itu, upaya penangkapan pun dilakukan. Namun beruang tampaknya tergolong cerdik. Sehingga pemasangan perangkap tak kunjung membuat beruang terperangkap.
"Kalau belum ada laporan perkembangan dari warga, perangkap yang kami pasang di sekitar Jalan Lingkar Kota Utara Sampit akan kami pindah ke titik laporan lainnya yakni Jalan Samekto, di sini kemunculan beruang lebih intensif," tutupnya. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









