BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan selama bulan Juli 2021, ada beberapa komoditas utama yang diekspor Kalteng kebeberapa negara.
Komoditas tersebut diantaranya yaitu batu bara dan lignit yang masuk dalam kelompok bahan bakar mineral, refined palm oil dan fraksinya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati), emas kelompok perhiasan/permata, serta bijih zirconium, bijih ilmenit, terak, abu, dan residu dengan kandungan utama seng selain hard zinc spelter, bijih seng, dan bijih timbal pada kelompok bijih, terak, dan abu logam.
"Jika dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk kelompok perhiasan/permata; bijih, terak, dan abu logam; dan karet dan barang dari karet," sebutnya Jumat, 3 September 2021.
Dia menjelaskan, ekspor perhiasan/permata mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 23,08 juta atau 200,52 persen. Dibanding dengan kondisi Juli 2020, nilai ekspor semua golongan barang pada Juli 2021 mengalami kenaikan, kecuali perhiasan/permata; karet dan barang dari karet; ampas/sisa industri makanan; serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Kemudian, untuk komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar senilai US$ 42,27 juta atau 56,62 persen, sementara perhiasan/permata mengalami penurunan nilai terbesar senilai US$ 13,37 juta atau 27,88 persen.
--page
Secara kumulatif, apabila dihitung dari bulan Januari–Juli 2021, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara yaitubsebesar US$ 974,70 juta atau 59,56 persen dari total ekspor.
Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati; perhiasan/permata; bijih, terak, dan abu logam serta karet dan barang dari karet berkontribusi sebesar 33,82 persen.
Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor seluruh komoditas ini mengalami kenaikan, kecuali komoditas bijih, terak, dan abu logam yang menurun senilai US$ 37,68 juta atau 35,63 persen. Sedangkan, kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat sebesar US$ 309,55 juta atau 46,54 persen. (DONNY DAMARA/B-6)









