PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya menyebutkan ada 3 negara yangmenjadi tujuan utama ekspor Kalteng pada Juli 2021 yaitu Jepang, Tiongkok, dan Hongkong.

Nilai ekspor Kalteng ke Jepang yakni mencapai US$ 78,29 juta atau 35,33 persen, Tiongkok US$ 58,07 juta atau 26,21 persen, dan Hongkong US$ 21,32 juta atau 9,62 persen.

"Apabila dibanding dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Tiongkok, Malaysia, India, dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok negara lainnya," ujarnya Jumat 3 September 2021.

Ekspor ke Jepang mengalami peningkatan terbesar yaitu senilai US$ 31,48 juta atau 67,25 persen. Peningkatan ini karena didorong oleh meningkatnya ekspor bahan bakar mineral atau batubara.

Sementara ekspor ke Tiongkok mengalami penurunan terbesar senilai US$ 34,85 juta atau 37,51 persen, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral atau batu bara.

--page

Kemudian jika dibanding dengan kondisi bulan yang sama pada 2020, pada Juli 2021 terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Singapura dan beberapa negara dalam kelompok negara lainnya.

Ekspor ke Jepang mengalami kenaikan terbesar yang mencapai US$ 21,50 juta atau 37,86 persen, hal ini karena didorong oleh peningkatan ekspor bahan bakar mineraluaitu batu bara, kayu dan barang dari kayu atau kayu dan kayu lapis, dan bahan nabati untuk anyam-anyaman atau cangkang kernel kelapa sawit.

Sedangkan ekspor ke Singapura mengalami penurunan senilai US$ 34,69 juta atau 72,32 persen, karena disebabkan oleh menurunnya ekspor perhiasan permata.

Jika dihitung cecara kumulatif dari bulan Januari–Juli 2021, Tiongkok menempati posisi pertama negara tujuan ekspor Kalteng dengan nilai mencapai US$ 529,70 juta atau 32,37 persen dari total ekspor.

Ekspor ke Jepang pada periode yang sama menempati posisi kedua yaitu dengan nilai ekspor sebesar US$ 439,83 juta atau 26,88 persen, dan ekspor ke India berada di posisi ketiga dengan nilai kumulatif sebesar US$ 151,73 juta atau 9,27 persen. (DONNY D/B-6)