TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Selain rumah isolasi di masing-masing desa, pemerintah Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur juga menyiapkan dua tempat isolasi covid-19 terpusat di tingkat kecamatan.

"Yang pertama di rumah dinas camat dan yang kedua di gedung taman kanak-kanak. Jadi dipisahkan khusus untuk laki-laki dan perempuan," jelas Camat Awang, Kandurung, saat mendampingi peninjauan rumah isolasi covid-19 yang dilakukan Komisi I dan II DPRD Barito Timur dengan didampingi Kalaksa BPBD Damkar di Desa Bangkirayen, Sabtu, 4 September 2021.

Menurutnya, fungsi rumah isolasi di tingkat kecamatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif covid-19 yang melampaui daya tampung rumah isolasi di desa.

Dia menjelaskan, prosedur pelayanan terhadap warga yang menjalani isolasi di desa maupun kecamatan sama saja yakni diberi makan 3 kali dalam sehari dengan nilai Rp 25 ribu sekali makan plus obat-obatan dan pelayanan lainnya.

"Anggarannya menggunakan anggaran PPKM yang dialokasikan dari dana desa sebesar 8 persen," jelas Kandurung.

--page

Dia menjelaskan saat ini semua rumah isolasi sudah kosong, namun ada warga di 5 desa yang masih harus menjalani isolasi mandiri 4 hari di rumah setelah dinyatakan negatif covid-19.

Sementara itu, Kades Bangkirayen, Yutik menambahkan, meski telah dinyatakan negatif namun warga yang diwajibkan isolasi mandiri di rumah tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.

"Jadi setelah mereka dinyatakan negatif dan menjalani isolasi mandiri selama 4 hari di rumah kami masih tetap bantu bahan makanan karena mereka belum bisa beraktivitas di luar rumah," jelas kades.

Pada kegiatan peninjauan tersebut, Kalaksa BPBD Damkar, Riza Rahmadi juga menyerahkan bingkisan suplemen makanan untuk petugas PPKM di Desa Bangkirayen. (BOLE MALO/B-5)