SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali memasang perangkap beruang di salah satu kebun nanas warga di Jalan Samekto Barat. Kali ini petugas BKSDA menggunakan umpan baru yakni jeroan berupa jati ayam. 

"Kalau biasanya hanya buah-buahan, kali ini kita coba hati ayam. Harapannya beruang lebih tertarik, dan cepat masuk perangkap," jelas Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 6 September 2021. 

Kendati demikian, umpan buah- buahan tetap digunakan. Ini sebagai salah satu antisipasi perubahan perilaku beruang selama mendekati permukiman warga. 

"Sepertinya perilaku beruang ini telah berubah dari aslinya. Misalnya, hewan ini kini tak hanya aktif di malam hari tapi juga sore pun sudah keluar dari persembunyiannya," ujarnya. 

Beberapa waktu ini, perangkap yang dipasang pun tak kunjung berhasil menangkap hewan bernama latin Helarctos malayanus ini. Setiap kali dipasang kemunculan beruang bahkan kian jarang terjadi. 

Muriansyah memastikan perangkap khusus yang mereka miliki saat ini berfungsi dengan baik. Bahkan sebelumnya telah sukses menangkap beruang madu seberat 63 kilogram di Desa Sebabi. 

--page

Seperti diketahui, keberadaan beruang di sekitar kebun warga sangat menggangu dan membuat resah. Sebab itu BKSDA berupaya menangkap beruang tersebut, agar tak membahayakan manusia. Salah satunya dengan memasang perangkap di wilayah yang sering terjadi laporan gangguan kemunculan beruang. (USAY NOR RAHMAD/B-7)