PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari BPS Kalteng nilai ekspor Kalteng pada bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan 12,72 persen atau mencapai US$ 249,76 juta dibanding Juli 2021 yang hanya senilai US$ 221,57 juta.

"Seluruh komoditas ekspor Kaliteng pada Agustus 2021 merupakan barang non migas," tulis Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya Jumat, 1 Oktober 2021.

Selain itu total volume ekspor Kalteng di bulan Agustus 2021 juga mengalami peningkatan 11,20 persen atau 128,65 ribu ton dibandingkan dengan total volume ekspor pada Juli 2021.

Ekspor sektor tambang mempunyai kontribusi yang paling besar yaitu 57,74 persen terhadap total ekspor Kalteng di Agustus 2021.

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan sebesar US$ 16,33 juta atau 12,77 persen.

--page

Peningkatan ini terjadi disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas bijih zirconium, batubara, dan lignit.

Sementara ekspor hasil industri pada Agustus 2021 yakni senilai US$ 105,40 juta atau berkontribusi sebesar 42,20 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan sebesar US$ 12,72 juta atau 13,72 persen.

Kemudian, komoditas ekspor yang mengalami peningkatan diantaranya adalah minyak kelapa sawit, karet alam, dan titanium oksida.

Sedangkan nilai ekspor sektor pertanian pada Agustus 2021 mengalami penurunan senilai US$ 0,86 juta atau 84,31 persen dibandingkan Juli 2021.

Penurunan ini terjadi karena disebabkan oleh menurunnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit. (DONNY D/B-6)