PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama bulan Agustus 2021, ada 3 negara tujuan utama ekspor Kalteng yaitu Tiongkok, Jepang dan India.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya menyebutkan nilai ekspor Kalteng ke Tiongkok yakni mencapai US$ 113,01 juta atau 45,25 persen, Jepang US$ 54,82 juta atau 21,95 persen, dan India US$ 40,59 juta atau 16,25 persen.

"Jika diibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok negara lainnya," kata Eko Jumat, 1 September 2021.

Diungkapkannya bahwa, ekspor Kalteng ke Tiongkok mengalami peningkatan terbesar yaitu senilai US$ 54,94 juta atau 94,61 persen. Peningkatan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara) serta lemak dan minyak hewani nabati (fraksi cari RPO).

Sementara ekspor ke Jepang mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 23,47 juta atau 29,98 persen, terutama karena disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara), serta kayu dan barang dari kayu (kayu keping/pecahan dan kayu lapis).

--page

Kemudian, apabila dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama tahun 2020, pada Agustus 2021 terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Korea Selatan dan beberapa negara dalam kelompok lainnya.

Ekspor ke Tiongkok mengalami kenaikan terbesar yang mencapai US$ 80,25 juta atau 244,96 persen, hal ini karena didorong oleh peningkatan ekspor bahan bakar mineral (batu bara dan lignit), lemak dan minyak hewani/nabati (fraksi cair RPO), dan bijih logam, terak, dan abu (bijih zirconium).

Jika dihitung secara kumulatif, dari bulan Januari–Agustus 2021, Tiongkok menempati posisi pertama negara tujuan ekspor Kalteng dengan nilai mencapai US$ 642,71 juta atau 34,07 persen dari total ekspor.

Sedangkan di posisi ke dua adalah ekspor ke Jepang yaitu sebesar US$ 494,65 juta atau 26,22 persen dan ekspor ke India berada di posisi ketiga dengan nilai kumulatif senilai US$ 192,33 juta atau 10,20 persen. (DONNY D/B-7)