BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara memfasilitasi pertemuan 4 koperasi pelaksana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan PT Antang Ganda Utama (AGU/DSN) dan perbankan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati mengatakan program PSR yang seluruh kegiatannya didanai dari pembiayaan yang bersumber dari BPDPKS (Non APBN) telah membantu pekebun yang ikut dalam program PSR sampai ke tahap tumbang chipping, penyiapan lahan, bibit hingga penanaman.
“Hal ini harus dilakukan agar keberhasilan program ini dapat terjamin. Memang tidak mudah bagi lembaga keuangan memfasilitasi pemberian kredit untuk jenis usaha di bidang perkebunan dengan bunga lunak yang memerlukan waktu pengembalian cukup lama dibanding kredit komersial lainnya,” kata Syahmiludin, Sabtu 2 Oktober 2021.
Namun, kata dia, patut disyukuri program PSR ini merupakan proyek strategis nasional yang langsung diluncurkan Presiden Jokowi memang harus mendapat dukungan dari semua pihak.
Apalagi Bupati Barito Utara, Nadalsyah secara khusus meminta agar program ini dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Barito Utara.
“Kita dapat memahami harapan beliau agar pohon pohon sawit yang saat ini sudah berusia antara 25 - 30 tahun tersebut sudah tidak menguntungkan lagi untuk di usahakan karena tingginya cost yang dikeluarkan pekebun dibanding hasil yang didapat,” kata Syahmiludin.
Dikatakannya, kalau cuma mengandalkan kemampuan para petani untuk melakukan peremajaan, tentunya banyak yang tidak dapat karena faktor biaya yang cukup besar dalam peremajaan sawit ini.
--page
“Program PSR ini memang patut didukung dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional, mengembalikan produksi dan produktivitas sawit serta meningkatkan taraf hidup pekebun di daerah ini,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-11)









