BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Telah terjadi musibah kecelakaan yang melibatkan 2 kendaraan roda dua yang diduga akibat tidak taat atauran dan kurang fokus saat berkendara di Jalan Ahmad Yani, SP4 Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat 8 Oktober 2021 pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ii, namun penyebab peristiwa itu menunjukkan bahwa dua orang perempuan pengemudi kurang menyadari betapa pentingnya taat dalam berlalu lintas.
Seba, salah satu korban tabrakan masih berstatus pelajar SMP. Dia mengendarai kendaraan bebek jenis Honda Revo dan jika dilihat dari usianya belum memiliki SIM.
Ditambah lagi, si pengendara seorang perempuan yang menabrak anak SMP ini mengendarai mengendari dengan laju sepeda motor jenis Yamaha R15.
Bahkan informasinya, sebelum menyeruduk dari belakang pelajar yang akan berangkat sekolah tersebut, pengendara R15 ini berkendara sambil memegang handphone.
--page
Lucunya, pengendara Yamaha R15 saat tabrakan terjadi dan tangannya berdarah-darah bukannya mengkhawatirkan kondisi lukanya, perempuan tersebut justru mengkhawatirkan kondisi kendaraannya.
Salah seorang warga Kecamatan Pangkalan Lada yang menyaksikan peristiwa kecelakaan tersebut, Wiwandra menceritakan sebelum peristiwa itu terjadi pengendara R15 tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan ia menyalip dirinya.
Ia dari semula sudah mengkhawatirkan cara perempuan yang mengemudi R15 tersebut, karena selain dalam kecepatan tinggi salah satu tangannya masih menggenggam handphone.
"Bukan hanya membahayakan diri dia sendiri tapi juga pengguna jalan lain, apalagi sempat menyalip beberapa pengendara," jelasnya.
Kekhawatirannya terbukti, mendekati sekolah SMP ada salah satu pengendara Revo yang merupakan siswa sekolah, dan bermaksud akan berbelok masuk kawasan sekolah, namun mengingat bahwa pengendara R15 tidak fokus, sehingga tidak melihat lampu sein dan menabrak dari belakang.
--page
Akibatnya, kedua pengendara roda dua terpental dari kendaraan dan mengalami luka-luka di bagian anggota badannya seperti lengan dan jari-jari mereka.
"Yang membuat jengkel, kita mengkhawatirkan lengannya yang berdarah, pengendara R15 malah mengkhawatirkan kendaraannya, tapi keduanya langsung saya bawa ke Puskesmas," ungkapnya.
Kejadian kecelakaan ini dapat menjadi pelajaran atau peringatan kepada pengendara lainnya, agar dapat mematuhi peraturan dalam berlalulintas, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. (DANANG/B-6)









