TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi menyampaikan peringatan dini potensi bencana tanah longsor pada Oktober 2021.

"Masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor seperti Desa Bamban di Kecamatan Benua Lima agar melakukan upaya pencegahan guna meminimalisasi dampak ancaman gerakan tanah atau longsor yang mungkin akan timbul selama bulan Oktober ini," ujarnya, Sabtu 9 Oktober 2021.

Peringatan itu disampaikan Riza berdasarkan surat yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Jumat 8 Oktober 2021 tentang peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan gerakan tanah atau longsor.

Dalam surat tersebut BNPB melampirkan data 11 kabupaten di Kalimantan Tengah yang berpotensi mengalami gerakan tanah selama bulan Oktober yakni Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur
Lamandau, Murung Raya dan Kabupaten Seruyan.

Untuk meningkatkan sosialisasi, edukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan gerakan tanah maupun banjir, BPBD Damkar melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan maupun pemerintah kecamatan dan desa yang wilayahnya berpotensi bencana longsor.

--page

"Hari ini kami mensosialisasikan kesiapsiagaan potensi bencana banjir dan tanah longsor di Desa Banyu Landas Kecamatan Benua Lima," ungkapnya.

BPBD Damkar telah menyampaikan pengumuman dari Bupati Barito Timur kepada pemerintah kecamatan.

"Kami juga akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana dari BMKG maupun BNPB," tandasnya. (BOLE MALO/B-6)