BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, menemukan seekor anak buaya, Sabtu 16 Oktober 2021. Buaya tersebut ditemukan saat masuk perangkap ikan milik warga.
Camat Mentaya Hulu, Asyari saat dikonfirmasi membenarkan adanya kabar itu. Dirinya telah menghubungi kepala desa setempat.
"Betul kebetulan masuk tempat menangkap ikan masyarakat di Desa Tangar. Tapi sudah dilepas lagi di sungai," kata Asyari, Selasa 18 Oktober 2021.
Terpisah, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan pihaknya juga telah berupaya mencari tahu informasi terperangkapnya anak buaya tersebut.
"Katanya sudah dilepaskan lagi oleh warga ke sungai. Jadi kami tidak jadi ke desa tersebut karena lokasinya cukup jauh," ungkapnya.
--page
Berdasarkan pengamatan pihak BKSDA dari bukti foto yang diterima pihaknya, buaya diyakini masih berusia anak. Selain itu juga diyakini bahwa buaya tersebut merupakan jenis muara alias salah satu jenis buaya terganas di muka bumi.
BKSDA tidak berani memastikan terkait keberadaan induk buaya. Namun dia berharap dengan ditangkapnya kemudian dilepaskannya kembali buaya itu, masyarakat sekitar, khususnya di Desa Tangar agar meningkatkan kewaspadaan.
"Kami imbau warga berhati-hati, terlebih saat beraktivitas di sekitar sungai. Dan tidak membuang sampah di tepi sungai agar tidak memancing kemunculan buaya lainnya," pungkasnya.(USAY NOR RAHMAD/B-6)









