BORNEONEWS, Kasongan - Camat Tasik Payawan, Yansen mengimbau warganya terutama yang selama ini bermukim di daerah aliran sungai atau DAS Katingan mewaspadai kemungkinan munculnya buaya.
"Dengan adanya penangkapan seekor buaya di Desa Luwuk Kiri yang terjebak alat perangkap ikan pangilar hari ini, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Tasik Payawan agar selalu waspada saat melakukan aktivitas di Sungai Katingan, seperti mencari ikan dan lainnya," tutur Camat Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Yansen, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Pasalnya, tidak menutup kemungkinan terdapat buaya-buaya lain selain yang ditemukan di Desa Luwuk Kiri hari ini. "Khawatirnya kalau misalnya ada buaya lain di Sungai Katingan yang mulai mengganggu warga masyarakat yang beraktivitas di sungai," kata Yansen.
Menurutnya, sebagian besar desa-desa di wilayah Kecamatan Tasik Payawan sejauh ini berada di tepi Sungai Katingan, seperi Luwuk Kiri, Luwuk Kanan, Tumbang Panggu, Handiwung, Tewang Tampang, Petak Bahandang, Hiyang Bana dan Desa Talingke.
Yansen mengaku mata pencaharian masyarakat di wilayahnya selain sebagai petani atau pekebun, juga ada yang berdagang dan nelayan. "Selain mencari ikan di danau atau anak Sungai Katingan, warga kami setiap hari juga mencari ikan di Sungai Katingan," ujar Yansen.
--page
Selain dengan berbagai alat jebak ikan seperti pangilar, biasanya alat tangkap yang sering digunakan warga mencari ikan berupa rawai, jala, rengge, buwu dan tampirai maupun jenis alat tangkap lainnya.
Yansen mengaku, selama ini pihaknya belum pernah mendapatkan laporan adanya kemunculan atau ada buaya yang ditangkap warga di Sungai Katingan di wilayahnya, dan baru hari ini ada warga yang menangkap buaya karena terperangkap alat jebak ikan di Desa Luwuk Kiri. "Saya menduga adanya buaya yang berhasil diamankan oleh warga itu karena mungkin habitat dari buaya ini terganggu, sehingga mencari makanan hingga masuk alat tangkap ikan warga," imbuh Camat Tasik Payawan, Yansen. (ABDUL GOFUR/B-5)









