BORNEONEWS, Sampit - Titik panas diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan kembali terdeteksi di Kotawaringin Timur dan sekitarnya. Bahkan, jumlahnya meningkat drastis.
"Satelit kembali mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Kotawaringin Timur," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Senin, 25 Oktober 2021.
Adapun titik panas di Kotawaringin Timur, terdeteksi sebanyak 16 titik panas, yakni terdapat di Kecamatan Antang Kalang sebanyak 13 titik panas, Kecamatan Bukit Santuai sebanyak 2 titik pans, dan Kecamatan Teluk Sampit sebanyak 1 titik panas.
Titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Katingan yakni sebanyak 57 titik panas. Terdapat di Kecamatan Senaman Mantikei sebanyak 29 titik panas, Kecamatan Marikit sebanyak 19 titik panas, Kecamatan Bukit Raya sebanyak 4 titik panas, Kecamatan Katingan Hulu sebanyak 4 titik panas, dan Katingan Tengah sebanyak 1 titik panas.
Sedangkan di Kabupaten Seruyan terdapat 7 titik panas, yakni di Kecamatan Seruyan Tengah sebanyak 5 titik panas, Seruyan Tengah sebanyak 1 titik panas, dan Kecamatan Suling Tambun sebanyak 1 titik panas.
Berdasarkan prakiraan curah hujan, di Kabupaten Kotawaringin Timur berpotensi terjadi hujan ringan untuk 24 jam belakangan ini.
--page
"Meningkatnya titik panas ini hendaknya menjadi acuan tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan di daerah agar meningkatkan kewaspadaan,"pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









