SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit kembali mendeteksi titik panas di Kotawaringin Timur. Kali ini ada 7 titik panas dan semuanya terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang.

"Titik panas diduga kebakaran lahan itu terpantau satelit di Kecamatan Antang Kalang," jelas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Rabu , 27 Oktober 2021.

Titik panas juga ada di Kabupaten Seruyan 3 titik panas yakni di Kecamatan Seruyan Hulu dan Kabupaten Katingan 2 titik panas di Kecamatan Bukit Raya dan Kecamatan Katingan Hulu. 

Berdasarkan prakiraan curah hujan 24 jam ke depan Kotim berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan dengan sedang. Sementara ditinjau dari potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca Kotim masih kategori aman. 

Sebelumnha Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mencurigai adanya unsur kesengajaan di balik bermunculannya titik panas di kabupaten tersebut yang terjadi beberapa hari belakangan ini. 

--page

Kepala BPBD Kotim, Rihel mengungkap saat ini merupakan awal musim tanam, sehingga titik panas muncul karena adanya kegiatan membuka lahan dengan cara membakar. 

"Kami bersama pihak Koramil di kecamatan yang terdeteksi titik panas sudah mengecek, ditemukan bekas pembukaan ladang,” ungkapnya. 

Pihak BPBD juga telah menerima laporan lokasi terdeteksinya titik panas beserta sejumlah bukti dokumentasi dari kebakaran tersebut. 

"Dari laporan dan foto-foto tersebut dapat dipastikan bahwa bahwa lokasi yang titik panas tersebut rata-rata bekas dibakar untuk pembukaan lahan yang dilakukan oleh warga," katanya. 

Lokasi yang terbakar rata-rata berada jauh dari permukiman penduduk. Saat dicek api sudah padam hanya tersisa bekas kebakaran. 

“Biasanya ketika satelit itu lewat dan mendeteksi hot spot, laporannya baru masuk besoknya. Makanya pas rekan di lapangan mengecek ke lokasi semua sudah padam,” jelasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)