SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Titik panas yang terindikasi sebagai kebakaran hutan dan lahan masih ada di Kotawaringin Timur. Satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada 1 titik panas di kabupaten itu yakni di Kecamatan Antang Kalang.

"Benar, titik panas muncul bisa jadi karena ada indikasi kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Kamis, 28 Oktober 2021.

Kendati demikian jumlah ini jauh berkurang dari hari sebelumnya. Sebab intensitas hujan yang mulai sering terjadi.

"Hingga 24 jam ke depan Kotim berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang," katanya.

Demikian halnya dengan pertumbuhan awan hujan, terutama di Kecamatan Antang Kalang yang terdapat titik panas menunjukkan potensi terjadinya hujan. Sehingga bila hujan turun kondisi permukaan daratan akan lembab dan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

--page

Sebelumnya kemunculan titik panas dalam beberapa hari belakangan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur meningkatkan kesiagaan. Yakni dengan mengaktifkan Posko Siaga Karhutla yang ditempatkan di lokasi rawan terjadi Karhutla. (USAY NOR RAHMAD/B-5)