PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data BPS Kalteng nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai US$ 169,63 juta di September 2021. Hal ini mengalami penurunan 32,08 bila dibandingkan dengan Agustus 2021 yang senilai US$ 249,76 juta.

"Seluruh komoditas ekspor Kalteng pada September merupakan barang non migas," kata Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro, Rabu 3 November 2021.

Tidak hanya nilai ekspor saja, total volume ekspor Kalteng pada September 2021 juga mengalami penurunan 16,48 persen atau 210,49 ribu ton dibandingkan total volume ekspor Agustus 2021.

Ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar 62,84 persen terhadap total ekspor Kalteng pada September 2021.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami penurunan senilai US$ 37,61 juta atau 26,08 persen.

--page

"Penurunan ini karena disebabkan oleh menurunnya ekspor komoditas bijih zirconium dan batu bara," bebernya.

Selanjutnya nilai ekspor hasil industri pada September 2021 sebesar US$ 59,12 juta dan berkontribusi 34,85 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri ini mengalami penurunan senilai US$ 46,28 juta atau 43,91 persen.

Komoditas ekspor yang mengalami penurunan diantaranya yaitu fraksi cair dari refined palm oil (RPO), bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit, karet alam, titanium oksida, dan emas bongkahan.

Sementara itu, nilai ekspor sektor pertanian pada September 2021 mengalami peningkatan sebesar US$ 3,76 juta dibanding Agustus 2021.

"Peningkatan ini karena disebabkan meningkatnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit," imbuhnya. (DONNY D/B-6)