BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama September 2021 ada beberapa komoditas atau golongan barang yang di ekspor Kalteng ke berbagai negara.
Komoditas utama ekspor Kalteng yakni batu bara dan lignit yang masuk pada kelompok bahan bakar mineral, RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, dan karet alam kelompok karet dan barang dari karet.
"Serta ada juga bijih zirconium dan bijih ilmenit yang masuk dalam kelompok bijih logam, terak, dan abu," ujar Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan nilai ekspor untuk semua golongan barang, kecuali kelompok bahan anyaman nabati, kayu dan barang dari kayu, berbagai produk kimia, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Ekspor lemak dan minyak hewani/nabati mengalami penurunan terbesar senilai US$ 40,11 juta atau 53,88 persen.
--page
Bila dibanding kondisi September 2020, nilai ekspor semua golongan barang pada September 2021 mengalami kenaikan, kecuali kayu dan barang dari kayu, logam mulia dan perhiasan/permata, dan karet dan barang dari karet.
Kemudian omoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan terbesar yakni senilai US$ 46,11 juta atau 90,66 persen diikuti oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang meningkat senilai US$ 8,19 juta atau 31,32 persen.
Sementara itu ekspor kayu dan barang dari kayu mengalami penurunan terbesar senilai US$ 6,42 juta atau 46,69 persen.
Jika dihitung secara kumulatif, dari bulan Januari-September 2021, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$ 1.243,11 juta atau 59,15 persen dari total ekspor.
Sedangkan komoditas lemak dan minyak hewani/nabati; logam mulia dan perhiasan/permata; bijih logam, terak, dan abu serta karet dan barang dari karet berkontribusi sebesar 34,23 persen.
--page
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor seluruh komoditas mengalami kenaikan, kecuali komoditas bijih logam, terak, dan abu yang menurun senilai US$ 30,92 juta atau 24,63 persen.
Selanjutnya kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 482,29 juta atau 63,39 persen. (DONNY D/B-6)









