PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilis datanya mengungkapkan ada 3 negara yang menjadi tujuan utama ekspor Kalteng selama September 2021 yakni Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.

Nilai ekspor Kalteng ke Tiongkok yaitu mencapai US$ 72,58 juta atau 42,79 persen, Jepang US$ 29,83 juta atau 17,59 persen, dan Malaysia US$ 20,06 juta atau 11,82 persen.

"Jika diibanding dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Korea Selatan, Philipina, Malaysia, Thailand, dan Viet Nam," sebutnya, Rabu, 3 November 2021.

Selanjutnya ekspor ke Tiongkok juga mengalami penurunan terbesar yaitu US$ 40,43 juta atau 35,78 persen. Hal ini didorong oleh penurunan ekspor bahan bakar mineral batu bara, lemak dan minyak hewani/nabati (fraksi cari RPO), bijih logam, terak, dan abu (bijih zirconium).

Sementara ekspor ke Korea Selatan mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 10,97 juta atau 228,07 persen, karena disebabkan oleh meningkatnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara) dan bahan anyaman nabati (cangkang kernel kelapa sawit).

--page

Kemudian, apabila dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama di 2020 pada September 2021 terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Jepang, Singapura, Viet Nam, dan beberapa negara dalam kelompok negara lainnya.

Ekspor ke Tiongkok mengalami kenaikan terbesar yang mencapai US$ 43,94 juta atau 153,42 persen. Hal ini didorong oleh peningkatan ekspor bahan bakar mineral batu bara, lemak dan minyak hewani/nabati (fraksi cair RPO), bijih logam, terak, dan abu (bijih zirconium), dan karet dan barang dari karet (TNSR 20).

Negara lain yang juga mengalami peningkatan ekspor yakni Korea Selatan senilai US$ 13,89 juta atau 734,92 persen, Philipina US$ 7,48 juta atau 228,05 persen, Thailand US$ 7,09 juta atau 1.817,95 persen, dan Amerika Serikat US$ 1,55 juta atau 7.750,00 persen.

Sedangkan ekspor ke Jepang mengalami penurunan terbesar senilai US$ 15,35 juta atau 33,98 persen, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara) dan kayu dan barang dari kayu (kayu dalam bentuk keping atau pecahan).

Secara kumulatif dari Januari–September 2021, Tiongkok menempati posisi pertama
negara tujuan ekspor Kalteng dengan nilai mencapai US$ 720,93 juta atau 34,31
persen dari total ekspor.

Kemudian diauaul Jepang menempati posisi kedua dengan nilai US$ 544,94 juta atau 25,93 persen, dan ekspor ke India berada di posisi ketiga senilai US$ 193,78 juta atau 9,22 persen. (DONNY D/B-6)