BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui data rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan ada beberapa komoditas utama barang yang diimpor Kalimantan Tengah dari berbagai negara selama September 2021.
Komoditas utama yang diimpor tersebut yakni bahan bakar mineral berupa aspal sebesar US$ 1,48 juta, berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,57 juta), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya berupa perangkat pembangkit tenaga listrik US$ 0,13 juta, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya berupa mesin penyortir, pengayak, pemisah atau pencuci US$ 0,08 juta, dan bahan kimia organik berupa asam sitrat US$ 0,03.
"Jika dibanding Agustus 2021, impor kelompok pupuk pada September 2021 mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 0,78 juta atau 100,00 persen, berupa pupuk kalium klorida," sebutnya, Kamis, 4 November 2021.
Sedangkan peningkatan impor terbesar terjadi pada impor kelompok berbagai produk kimia (katalisator) senilai US$ 0,23 juta atau 67,65 persen.
"Sementara apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2020, terjadi penurunan nilai impor selama September 2021," bebernya.
--page
Selanjutnya impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$ 4,09 juta atau 98,08 persen. Sedangkan impor bahan bakar mineral naik senilai US$ 1,48 juta dan tidak ada transaksi impor pada September 2020.
Secara komulatif selama Januari–September 2021, impor seluruh komoditas mengalami peningkatan senilai US$ 11,16 juta atau 43,53 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya mengalami peningkatan terbesar senilai US$8,95 juta atau 100,79 persen, sedangkan impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$ 0,86 juta atau 67,72 persen. (DONNY D/B-6)









