BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro melalu rilis datanya menyampaikan bahwa frekuensi penerbangan di Kalteng selama bulan September 2021 mengalami kenaikan 8,81 persen.
Disebutkannya, kenaikan 8,81 persen itu apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2021, yang awalnya dari 522 penerbangan menjadi 568. Namun, frekuensi penerbangan selama September 2021 ini lebih rendah dibanding frekuensi penerbangan pada bulan yang sama tahun 2019 dan 2020.
"Kenaikan frekuensi penerbangan pada September 2021 ini juga sejalan dengan jumlah penumpang," bebernya, Jumat, 5 November 2021.
Jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 71,07 persen, dari 21.310 orang di Agustus 2021 menjadi 36.454 orang pada September 2021. Kenaikan ini terjadi berasal dari jumlah penumpang yang datang naik sebesar 93,03 persen dan jumlah penumpang yang berangkat naik 52,31 persen.
Sementara itu, untuk volume arus barang mengalami penurunan sebesar 25,71 persen. Volume bongkar barang turun yakni sebesar 32,11 persen, sedangkan volume muat barang naik 0,47 persen.
--page
Apabila dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan di bulan September 2021 mengalami penurunan sebesar 23,76 persen, yaitu dari 745 penerbangan menjadi 568 penerbangan.
Penurunan tersebut diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang dan volume arus barang yang diangkut. Jumlah penumpang turun sebesar 26,75 persen dan volume arus barang juga turun 5,38 persen.
Adapun jumlah penumpang angkutan udara selama September 2021 mencapai 36.454 orang, naik sebesar 71,07 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya sebanyak 21.310 orang.
Kenaikan jumlah penumpang terjadi di tiga bandara utama, yakni Tjilik Riwut Palangka Raya 80,80 persen dari 14.674 orang menjadi 26.531 orang, H. Asan Kotawaringin Timur 37,74 persen dari 1.174 orang menjadi 2.023 orang, dan Iskandar Kotawaringin Barat mengalami penurunan sebesar 37,74 persen yaitu dari 5.374 orang menjadi 7.402 orang.
Sedangkan, untuk konsentrasi penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yaitu sebanyak 72,78 persen, dan diikuti oleh Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 20,31 persen, serta Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 5,55 persen.
--page
Sementara itu, volume arus barang yang mencapai 809 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sebesar 74,91 persen, Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 17,43 persen, dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 7,17 persen. (DONNY D/B-5)









